PT Solusi Environment Asia Tbk

Approval on the Addition of the Company’s Subsidiary as a Local Partner in the Waste-to-Energy Project Consortium under Danantara

25 May/Mei 2026

Renewable Energy for a Sustainable Future

Persetujuan atas Penambahan Anak Usaha Perseroan Sebagai Mitra Lokal di dalam Konsorsium Proyek PSEL Danantara

PT Solusi Environment Asia Tbk (the “Company”), on behalf of its subsidiary PT Ananta Energi Asia (“AEA”), proudly announces the approval of AEA’s addition as a local partner in the consortium for the Waste-to-Energy (“WtE”) project together with Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. (“Zhejiang Weiming”) for two national project sites designated by Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (“Danantara”).

This announcement follows on Danantara’s official appointment of Zhejiang Weiming as the cooperation partner for the first phase of the WtE facilities in Greater Denpasar and Greater Bogor. The establishment of this consortium was carried out in accordance with Danantara’s requirement for international operating partners to collaborate with Indonesian local entities, with the aim of promoting technology transfer and collaboration with regional governments and local stakeholders.

Zhejiang Weiming is one of the world’s largest and most experienced WtE operators, with a project portfolio comprising dozens of operating facilities across China. In 2025, Zhejiang Weiming’s total electricity generation from waste treatment operations reached 4.62 billion kWh, equivalent to the annual electricity consumption of a mid-sized province in Indonesia. This company has been appointed by Danantara as the cooperation partner for two of the four first-phase WtE project locations, namely Greater Denpasar and Greater Bogor, making it one of the largest winners in the first phase of the national WtE project tender.

AEA was established by the Company together with PT Asia Investment Capital (“AIC”), as the Company’s Controlling Shareholder, on 5 February 2026, with share ownership of 99% and 1%, respectively. AEA serves as one of the official local partner in the consortium with Zhejiang Weiming and is responsible for licensing coordination, engagement with regional governments, and facilitating technology transfer to domestic industrial capabilities, in accordance with the requirements stipulated by Danantara.

The addition of AEA as a local partner in the Danantara WtE consortium alongside Zhejiang Weiming represents a material achievement for the Company, signifying:

  1. Realization of the Company’s long term business transformation to build Indonesia’s leading green infrastructure investment platform.

  2. The potential for predictable long-term cash flows through a 30-year Power Purchase Agreement (“PPA”) scheme with the National Electricity Company (“PLN”), at a fixed tariff of USD 0.20 per kWh.

  3. A foundation for participation in the second and subsequent waves of Danantara’s WtE projects, which encompasses a national pipeline covering 25 cities.

PT Solusi Environment Asia Tbk (“Perseroan“), mewakili anak usahanya, PT Ananta Energi Asia (“AEA“), dengan bangga mengumumkan persetujuan atas penambahan AEA sebagai mitra lokal dalam konsorsium proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (“PSEL“) bersama Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. (“Zhejiang Weiming“) untuk dua lokasi proyek nasional yang telah ditetapkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (“Danantara“).

Pengumuman ini merupakan tindak lanjut dari penetapan resmi Danantara atas Zhejiang Weiming sebagai mitra kerja sama untuk dua fasilitas PSEL tahap pertama, yakni di Denpasar Raya dan Bogor Raya. Pembentukan konsorsium tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan Danantara yang mewajibkan mitra operator internasional untuk menggandeng entitas lokal Indonesia, guna mendorong transfer teknologi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan setempat.

Zhejiang Weiming merupakan salah satu perusahaan pengelola PSEL terbesar dan paling berpengalaman di dunia, dengan portofolio proyek yang mencakup puluhan fasilitas beroperasi di Tiongkok. Pada tahun 2025, total produksi listrik Zhejiang Weiming dari operasi pengolahan sampah mencapai 4,62 miliar kWh, atau setara dengan konsumsi listrik tahunan sebuah provinsi menengah di Indonesia. Perusahaan ini telah ditetapkan oleh Danantara sebagai mitra kerja sama untuk dua dari empat lokasi PSEL tahap pertama, yakni Denpasar Raya dan Bogor Raya, dan menjadikannya salah satu pemenang terbesar dalam tender proyek PSEL nasional tahap pertama.

AEA didirikan oleh Perseroan bersama dengan PT Asia Investment Capital (“AIC”), selaku Pengendali Perseroan, pada tanggal 5 Februari 2026, dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 99% dan 1%. AEA berperan sebagai mitra lokal resmi dalam konsorsium bersama Zhejiang Weiming, bertanggung jawab atas koordinasi perizinan, hubungan dengan pemerintah daerah, dan transfer teknologi kepada kapasitas industri dalam negeri, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan Danantara.

Penambahan AEA sebagai mitra lokal dalam konsorsium PSEL Danantara bersama Zhejiang Weiming merupakan pencapaian material bagi Perseroan, yang mencerminkan:

  1. Realisasi transformasi jangka panjang visi bisnis Perseroan untuk membangun platform investasi infrastruktur hijau yang terkemuka di Indonesia.
  2. Potensi arus kas jangka panjang yang dapat diprediksi melalui skema Perjanjian Pembelian Daya (“PPA”) 30 tahun dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (“PLN”), dengan tarif tetap USD 0,20 per kWh.
  3. Landasan untuk partisipasi dalam gelombang kedua dan seterusnya dari program PSEL Danantara, yang mencapai 25 kota dalam pipeline nasional.